<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Setitik Air Di Jalan Dakwah</title>
	<atom:link href="http://shipeiholics.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shipeiholics.wordpress.com</link>
	<description>Bangkitlah Saudaraku...... Harapan Itu Masih Ada</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Jul 2009 07:48:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='shipeiholics.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Setitik Air Di Jalan Dakwah</title>
		<link>http://shipeiholics.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://shipeiholics.wordpress.com/osd.xml" title="Setitik Air Di Jalan Dakwah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://shipeiholics.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Siapakah Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah?</title>
		<link>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/18/siapakah-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/18/siapakah-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 07:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shipeiholics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shipeiholics.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini marak pengakuan dari berbagai pihak yang mengklaim dirinya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sehingga menyebabkan adanya kerancuan dan kebingungan dalam persepsi banyak orang tentang Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, siapakah sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah itu ? Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah perkara yang sangat penting dan salah satu bekal yang harus ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=27&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewasa ini marak pengakuan dari berbagai pihak yang mengklaim dirinya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sehingga menyebabkan adanya kerancuan dan kebingungan dalam persepsi banyak orang tentang Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, siapakah sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah itu ?</p>
<p>Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah perkara yang sangat penting dan salah satu bekal yang harus ada pada setiap muslim yang menghendaki kebenaran sehingga dalam perjalanannya di muka bumi ia berada di atas pijakan yang benar dan jalan yang lurus dalam menyembah Allåh sesuai dengan tuntunan syariat yang hakiki yang dibawa oleh Råsulullah empat belas abad yang lalu.</p>
<p>Pengenalan akan siapa sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah telah ditekankan sejak jauh-jauh hari oleh Råsulullah kepada para sahabatnya ketika beliau berkata kepada mereka :<code><span id="more-27"></span></p>
<p>افْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِيْ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ</p>
<p>“Telah terpecah orang–orang Yahudi menjadi tujuh puluh satu firqoh (golongan) dan telah terpecah orang-orang Nashoro menjadi tujuh puluh dua firqoh dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firqoh semuanya dalam neraka kecuali satu dan ia adalah Al-Jama’ah”. Hadits shohih dishohihkan oleh oleh Syaikh Al-Albany dalam Dzilalil Jannah dan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fi Ash-Shohihain -rahimahumullahu-.</p>
<p>Demikianlah umat ini akan terpecah, dan kebenaran sabda beliau telah kita saksikan pada zaman ini yang mana hal tersebut merupakansuatu ketentuan yang telah ditakdirkan oleh Allåh Yang Maha Kuasa dan merupakan kehendak-Nya yang harus terlaksana dan Allåh I Maha Mempunyai Hikmah dibelakang hal tersebut.</p>
<p>Syaikh Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan -hafidzahullahu- menjelaskan hikmah terjadinya perpecahan dan perselisihan tersebut dalam kitab Lumhatun ‘Anil Firaqcet. Darus Salaf hal.23-24 beliau berkata :“(Perpecahan dan perselisihan-ed.) merupakan hikmah dari Allåh guna menguji hamba-hambaNya hingga nampaklah siapa yang mencari kebenaran dan siapa yang lebih mementingkan hawa nafsu dan sikap fanatisme.</p>
<p>Allåh berfirman :</p>
<p>“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (begitu saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sungguh Allåh Maha Mengetahui orang-orang yang benar dan sungguh Dia Maha Mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-‘Ankabut : 29 / 1-3).</p>
<p>Dan Allåh berfirman :</p>
<p>“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allåh menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan : “Sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya”.(QS. Hud : 10 / 118-119)</p>
<p>“Dan kalau Allåh menghendaki tentu saja Allåh menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil”. (QS. Al-‘An’am : 6 / 35).”</p>
<p>Dan Allåh ’Azza wa Jalla Maha Bijaksana dan Maha Merahmati hambaNya. Jalan kebenaran telah dijelaskan dengan sejelas-jelasnya sebagaimana dalam sabda Rasululullah :</p>
<p>قَدْْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْمَحَجَّةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلِهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا بَعْدِيْ إِلاَّ هَالِكٌ</p>
<p>“Sungguh saya telah meninggalkan kalian di atas petunjuk yang sangat terang malamnya seperti waktu siangnya tidaklah menyimpang darinya setelahku kecuali orang yang binasa”. Hadits Shohih dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Dzilalul Jannah.</p>
<p>Dan dalam hadits ‘Abdullah bin Mas’ud -radhiyAllåhu ‘anhu- :</p>
<p>خَطَّ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيْلُ اللهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوْطًا عَنْ يَمِيْنِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيْلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُوْ إِلَيْهِ ثُمَّ تَلاَ ]وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلاَ تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ [</p>
<p>“Pada suatu hari Råsulullah menggaris di depan kami satu garisan lalu beliau berkata : “Ini adalah jalan Allåh”. Kemudian beliau menggaris beberapa garis di sebelah kanan dan kirinya lalu beliau berkata : “Ini adalah jalan-jalan, yang di atas setiap jalan ada syaithon menyeru kepadanya”. Kemudian beliau membaca (ayat) : “Dan sesungguhnya ini adalah jalanKu maka ikutilah jalan itu dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) maka kalian akan terpecah dari jalanNya”. (QS. Al ‘An’am : 6 / 153 )”.</p>
<p>Diriwayatkan oleh : Abu Daud Ath-Thoyalisy dalam Musnadnya no. 244, Ath-Thobary dalam Tafsirnya 8/88, Muhammad bin Nashr Al-Marwazy dalam As-Sunnah no.11, Sa’id bin Manshur dalam Tafsirnya 5/113 no 935, Ahmad 1/435, Ad Darimy 1/78 no 202, An-Nasai dalam Al-Kubro 5/94 no.8364 dan 6/343 no.11174, Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan 1/180-181 no.6-7 dan dalam Al-Mawarid no 1741, Al-Hakim dalam Mustadraknya 2/348, Asy-Syasyi dalam Musnadya 2/48-51 no.535-537, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 6/263 dan Al-Lalaka’i dalam Syarah Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah Wal Jama’ah 1/80-81. Dan hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fi Ash-Shohihain.</p>
<p>Adapun penamaan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah ini akan diuraikan dari beberapa sisi :</p>
<p>Pertama : Definisi Sunnah</p>
<p>Sunnah secara lughoh (bahasa) : berarti jalan, baik maupun jelek, lurus maupun sesat, demikianlah dijelaskan oleh Ibnu Manzhurdalam Lisanul ‘Arab 17/89 dan Ibnu An-Nahhas.</p>
<p>Makna secara lughoh itu terlihat dalam hadits Jarir bin ‘Abdullah. Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>مَنْ سْنَّ فِي الإِْ سْلاَمِ سُنُّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ وَمَنْ سَنَّ فِي الإِْ سْلاَمِ سُنُّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مَنْ بَعْدَهُ</p>
<p>“Siapa yang membuat sunnah yang baik maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengerjakannya setelahnya dan siapa yang membuat sunnah yang jelek maka atasnya dosanya dan dosa orang yang melakukannya setelahnya”. Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shohihnya no.1017.</p>
<p>Lihat Mauqif Ahlis Sunnah Min Ahlil Bid’ah Wal Ahwa`i 1/29-33 dan Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Wa Manhajul Asya’irah Fi Tauhidillah I/19.</p>
<p>Adapun secara istilah : Sunnah mempunyai makna khusus dan makna umum. Dan yang diinginkan di sini tentunya adalah makna umum.</p>
<p>Adapun makna sunnah secara khusus yaitu makna menurut istilah para ulama dalam suatu bidang ilmu yang mereka tekuni:<br />
Para ulama ahli hadits mendefinisikan sunnah sebagai apa-apa yang disandarkan kepada Nabi shållallåhu ‘alaihi wa sallam baik itu perkataan, perbuatan, taqrir (persetujuan-pen.) maupun sifat lahir dan akhlak.<br />
Para ulama ahli ushul fiqh mendefinisikan sunnah sebagai apa-apa yang datang dari Nabi Shållallåhu ‘alaihi wa sallam selain dari Al-Qur’an, sehingga meliputi perkataan beliau, pekerjaan, taqrir, surat, isyarat, kehendak beliau melakukan sesuatu atau apa-apa yang beliau tinggalkan.<br />
Para ulama fiqh memberikan definisi sunnah sebagai hukum yang datang dari Nabi shållallåhu ‘alaihi wa sallam di bawah hukum wajib.</p>
<p>Adapun makna umum sunnah adalah Islam itu sendiri secara sempurna yang meliputi aqidah, hukum, ibadah dan seluruh bagian syariat.</p>
<p>Berkata Imam Al-Barbahary : “Ketahuilah sesungguhnya Islam itu adalah sunnah dan sunnah adalah Islam dan tidaklah tegak salah satu dari keduanya kecuali dengan yang lainnya” (lihat : Syarh As-Sunnah hal.65 point 1).</p>
<p>Berkata Imam Asy-Syathiby dalam Al-Muwafaqot 4/4 : “(Kata sunnah) digunakan sebagai kebalikan/lawan dari bid’ah maka dikatakan : “Si fulan di atas sunnah” apabila ia beramal sesuai dengan tuntunan Nabi shållallåhu ‘alaihi wa sallam yang sebelumnya hal tersebut mempunyai nash dari Al-Qur’an, dan dikatakan “Si Fulan di atas bid’ah” apabila ia beramal menyelisihi hal tersebut (sunnah)”.</p>
<p>Syaikhul Islam dalam Majmu’ Fatawa 4/180 menukil dari Imam Abul Hasan Muhammad bin ‘Abdul Malik Al-Karkhy beliau berkata : “Ketahuilah… bahwa sunnah adalah jalan Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam dan mengupayakan untuk menempuh jalannya dan ia (sunnah) ada 3 bagian : perkataan, perbuatan dan aqidah”.</p>
<p>Berkata Imam Ibnu Rajab -rahimahullahu ta’ala- dalam Jami’ Al-‘Ulum Wal Hikam hal. 249 : </p>
<p>“Sunnah adalah jalan yang ditempuh, maka hal itu akan meliputi berpegang teguh terhadap apa-apa yang beliau shållallåhu ‘alaihi wa sallam berada di atasnya dan para khalifahnya yang mendapat petunjuk berupa keyakinan, amalan dan perkataan. Dan inilah sunnah yang sempurna, karena itulah para ulama salaf dahulu tidak menggunakan kalimat sunnah kecuali apa-apa yang meliputi seluruh hal yang tersebut di atas”. Hal ini diriwayatkan dari Hasan, Al-Auza’iy dan Fudhail bin ‘Iyadh”.</p>
<p>Demikianlah makna sunnah secara umum dalam istilah para ‘ulama -rahimahumullah- dan hal itu adalah jelas bagi siapa yang melihat karya-karya para ulama yang menamakan kitab mereka dengan nama As-Sunnah dimana akan terlihat bahwa mereka menginginkan makna sunnah secara umum seperti :</p>
<p>1. Kitab As-Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim.</p>
<p>2. Kitab As-Sunnah karya Imam Ahmad.</p>
<p>3. Kitab As-Sunnah karya Ibnu Nashr Al-Marwazy.</p>
<p>4. Kitab As-Sunnah karya Al-Khallal.</p>
<p>5. Kitab As-Sunnah karya Abu Ja’far At-Thobary.</p>
<p>6. Kitab Syarh As-Sunnah karya Imam Al-Barbahary.</p>
<p>7. Kitab Syarh As-Sunnah karya Al-Baghawy.</p>
<p>8. dan lain-lainnya.</p>
<p>Lihat : Mauqif Ahlis Sunnah 1/29-35, Haqiqatul Bid’ah 1/63-66 dan Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Wa Manhajul Asya’irah 1/19-23.</p>
<p>Kedua : Makna Ahlus Sunnah</p>
<p>Penjelasan makna sunnah di atas secara umum akan memberikan gambaran tentang makna Ahlus Sunnah (pengikut sunnah-ed.).</p>
<p>Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa jilid 3 hal.375 ketika memberikan defenisi tentang Ahlus Sunnah : “Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan sunnah Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam dan apa-apa yang disepakati oleh orang-orang terdahulu yang pertama dari kalangan sahabat Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik”.</p>
<p>Berkata Ibnu Hazm dalam Al-Fishal jilid 2 hal. 281 : “Dan Ahlus Sunnah -yang kami sebutkan- adalah ahlul haq (pengikut kebenaran) dan selain mereka adalah ahlul bid’ah (pengikut perkara-perkara baru dalam agama), maka mereka (ahlus sunnah) adalah para sahabat -radhiyAllåhu ‘anhum- dan siapa saja yang menempuh jalan mereka dari orang-orang pilihan di kalangan tabi’in kemudian Ashhabul Hadits dan siapa yang mengikuti mereka dari para ahli fiqh zaman demi zaman sampai hari kita ini dan orang-orang yang mengikuti mereka dari orang awam di Timur maupun di Barat bumi -rahmatullahi ’alaihim-”.</p>
<p>Dan Ibnul Jauzy berkata dalam Talbis Iblis hal.21 : “Tidak ada keraguan bahwa ahli riwayat dan hadits yang mengikuti jejak Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam dan jejak para sahabatnya mereka itulah Ahlus Sunnah karena mereka di atas jalan yang belum terjadi perkara baru padanya. Perkara baru dan bid’ah hanyalah terjadi setelah Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya”.</p>
<p>Berkata Syaikhul Islam dalam Majmu’ Fatawa 3/157 :” Termasuk jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengikuti jejak-jejak Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam secara zhohir dan batin dan mengikuti jalan orang-orang terdahulu yang pertama dari para (sahabat) Muhajirin dan Anshar dan mengikuti wasiat Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam tatkala berkata : “Berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk dan hidayah setelahku berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham kalian dan berhati-hatilah kalian dari perkara yang baru karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat’.”</p>
<p>Dan beliau berkata dalam Majmu’ Fatawa 3/375 ketika memberikan defenisi tentang Ahlus Sunnah : “Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan kitab Allåh dan sunnah Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam dan apa-apa yang disepakati oleh generasi dahulu yang pertama dari kaum Muhajirin dan Anshar dan yang mengikuti mereka dengan baik”.</p>
<p>Dan di dalam Majmu’ Fatawa 3/346 beliau berkata : “Siapa yang berkata dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan Ijma’ maka ia termasuk Ahlus Sunnah Wal Jama’ah“.</p>
<p>Berkata Abu Nashr As-Sijzy : “Ahlus Sunnah adalah mereka yang kokoh di atas keyakinan yang dinukil kepada mereka olah para ulama Salafus Sholeh -mudah-mudahan Allåh I merahmati mereka- dari Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam atau dari para sahabatnya -radhiyAllåhu ‘anhum- pada apa-apa yang tidak ada nash dari Al-Qur’an dan dari Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam, karena mereka itu -radhiyAllåhu ‘anhum- para Imam dan kita telah diperintahkan mengikuti jejak-jejak mereka dan sunnah mereka, dan ini sangat jelas sehingga tidak butuh ditegakkannya keterangan tentangnya”.</p>
<p>(Lihat : Ar-Raddu ‘Ala Man Ankaral Harf hal.99)</p>
<p>Maka jelaslah dari keterangan-keterangan di atas dari para Imam tentang makna penamaan Ahlus Sunnah bahwa Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang menerapkan Islam secara keseluruhan sesuai dengan petunjuk Allåh I dan Rasul-Nya r berdasarkan pemahaman para ulama salaf dari kalangan para sahabat, tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik .</p>
<p>Dan tentunya merupakan suatu hal yang sangat jelas bagi orang yang memperhatikan hadits-hadits Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam akan disyariatkannya penamaan Ahlus Sunnah terhadap orang-orang yang memenuhi kriteria-kriteria di atas.</p>
<p>Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam menyatakan dalam hadits ‘Irbath bin Sariyah -radhiyAllåhu ’anhu- :</p>
<p>صَلَّى لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ وَذَرِفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ فَقُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا قَالَ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُ مُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ</p>
<p>“Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam sholat bersama kami sholat Shubuh, kemudian beliau menghadap kepada kami kemudian menasehati kami dengan suatu nasehat yang hati bergetar karenanya dan air mata bercucuran, maka kami berkata : “Yaa Råsulullah seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan maka berwasiatlah kepada kami”. </p>
<p>Maka beliau bersabda : “Saya wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allåh dan mendengar serta taat walaupun yang menjadi pemimpin atas kalian seorang budak dari Habasyah (sekarang Ethopia) karena sesungguhnya siapa yang hidup di antara kalian maka ia akan melihat perselisihan yang sangat banyak maka berpegang teguhlah kalian kepada sunnahku dan kepada sunnah para Khalifah Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah ia dengan gigi geraham dan hati-hatilah kalian dengan perkara yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah.” Hadits shohih dari seluruh jalan-jalannya.</p>
<p>Dan masih banyak lagi dalil yang menunjukkan hal di atas. Wallåhu a’lam.</p>
<p>Lihat : Mauqif Ahlis Sunnah Wal Jama’ah 1/36-37, 47-49, Haqiqatul Bid’ah 1/63-66, 268-269 dan Manhaj Ahlus Sunnah 1/19-20, 24-27.</p>
<p>Ketiga : Definisi Jama’ah.</p>
<p>Jama’ah secara lughoh : Dari kata Al-Jama’ bermakna menyatukan sesuatu yang terpecah, maka jama’ah adalah lawan kata dari perpecahan.</p>
<p>Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa 2/157 : “Dan mereka dinamakan Ahlul Jama’ah karena Al-Jama’ah adalah persatuan dan lawannya adalah perpecahan.”</p>
<p>Adapun secara istilah para ulama berbeda penafsiran tentang makna jama’ah yang tersebut di dalam hadits-hadits Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam, di antara hadits-hadits itu adalah :</p>
<p>Satu : Hadits perpecahan ummat yang telah disebutkan di atas</p>
<p>Dua : Wasiat Nabi shållallåhu ‘alaihi wa sallam kepada Hudzaifah</p>
<p>Dalam hadits riwayat Bukhory-Muslim , beliau berkata :</p>
<p>تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ</p>
<p>“Engkau komitmen dengan jama’ah kaum muslimin dan Imamnya .”</p>
<p>Tiga : Hadits Ibnu ‘Abbas </p>
<p>Dalam riwayat Bukhory-Muslim Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شَيْئًا فَمَاتَ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً</p>
<p>“Karena sesungguhnya siapa yang berpisah dengan Al-Jama’ah sedikitpun kemudian ia mati maka matinya adalah mati jahiliyah”.</p>
<p>Empat : Hadits Ibnu ‘Abbas</p>
<p>Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>يَدُ اللهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ</p>
<p>“Tangan Allåh di atas Al-Jama’ah”.</p>
<p>Dari hadits-hadits di atas dan yang semisalnya para ulama berbeda di dalam menafsirkan kalimat Al-Jama’ah yang terdapat di dalam hadits-hadits tersebut sehingga ditemukan ada enam penafsiran :</p>
<p>Pertama : Jama’ah adalah Assawadul A’zhom (kelompok yang paling besar dari umat Islam). Ini adalah pendapat Abu Mas’ud Al-Anshory, ‘Abdullah bin Mas’ud dan Abu Ghalib.</p>
<p>Kedua : Al-Jama’ah adalah jama’ah ulama ahli ijtihad atau para ulama hadits.</p>
<p>Dikatakan bahwa mereka ini adalah jama’ah karena Allåh Subhanahu wa ta’ala menjadikan mereka hujjah terhadap makhluk dan manusia ikut pada mereka pada perkara agama.</p>
<p>Berkata Imam Al-Bukhory menafsirkan jama’ah : ”Mereka adalah ahlul ‘ilmi (para ulama)”.</p>
<p>Dan Imam Ahmad berkata tentang jama’ah : ”Apabila mereka bukan Ashhabul Hadits (ulama hadits) maka saya tidak tahu lagi siapa mereka”.</p>
<p>Dan Imam Tirmidzi berkata : ”Dan penafsiran jama’ah di kalangan para ulama bahwa mereka adalah ahli fiqh, (ahli) ilmu dan (ahli) hadits”.</p>
<p>Dan ini merupakan pendapat ‘Abdullah bin Mubarak, Ishaq bin Rahaway, ‘Ali bin Al-Madiny, ‘Amr bin Qais dan sekelompok dari para ulama salaf dan juga merupakan pendapat ulama ushul fiqh.</p>
<p>Ketiga : Al-Jama’ah adalah para sahabat. </p>
<p>Hal ini berdasarkan hadits perpecahan umat yang di sebahagian jalannya disebutkan bahwa yang selamat adalah Al-Jama’ah dan dalam riwayat yang lain : “Apa-apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya”. Dan ini adalah pendapat “Umar bin ‘Abdil ‘Aziz dan Imam Al-Barbahary.</p>
<p>Keempat : Al-Jama’ah adalah jama’ah umat Islam apabila mereka bersepakat atas satu perkara dari perkara-perkara agama. Pendapat ini disebutkan oleh Imam Asy-Syathiby.</p>
<p>Kelima : Al-Jama’ah adalah jama’ah kaum muslimin apabila mereka bersepakat di bawah seorang pemimpin yang syar’i. Ini adalah pendapat Imam Ibnu Jarir Ath-Thobary dan Ibnul Atsir.</p>
<p>Keenam : Al-Jama’ah adalah jama’ah kebenaran dan pengikutnya. Ini adalah pendapat Imam Al Barbahary dan Ibnu Katsir.</p>
<p>Demikianlah penafsiran-penafsiran para ulama tentang makna Al-Jama’ah, yang semuanya itu akan membawa kepada kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut :</p>
<p>1. Penafsiran-penafsiran tersebut walaupun saling berbeda lafadz dan konteksnya akan tetapi tidak saling bertentangan bahkan saling melengkapi makna maupun kriteria Al-Jama’ah.</p>
<p>2. Maka jelaslah bahwa makna Al-Jama’ah yang dikatakan sebagai golongan yang selamat dan pengikut kebenaran adalah Islam yang hakiki yang belum dihinggapi oleh noda yang mengotorinya.</p>
<p>3. Mungkin bisa disimpulkan dari penafsiran-penafsiran Al-Jama’ah di atas bahwa makna Al-Jama’ah kembali kepada dua perkara :</p>
<p>Satu : Jama’ah yang berarti bersatu di bawah kepemimpinan seorang pemerintah sesuai dengan ketentuan syariat maka wajib untuk komitmen terhadap jama’ah ini dan diharamkan untuk keluar darinya dan mengadakan kudeta terhadap pemimpinnya .</p>
<p>Dua : Jama’ah yang berarti mengikuti kebenaran yang dibawa oleh Råsulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam kemudian diikuti oleh para sahabatnya, para ulama ahli ijtihad dan ahlul hadits yang mereka itulah Assawadul A’zhom dan pengikut kebenaran.</p>
<p>Berkata ‘Abdullah bin Mas’ud tentang Al-Jama’ah :</p>
<p>الْجَمَاعَةُ مَا وَافَقَ الْحَقَّ وَإِنْ كُنْتَ وَحْدَك</p>
<p>“Al-Jama’ah adalah apa yang mencocoki kebenaran walaupun engkau sendiri”.</p>
<p>Berkata Abu Syamah dalam Al-Ba’its hal.22 : “Dan apabila datang perintah untuk komitmen terhadap Al-Jama’ah, maka yang diinginkan adalah komitmen terhadap kebenaran dan pengikut kebenaran tersebut walaupun yang komitmen terhadapnya sedikit dan yang menyelisihinya banyak orang. Karena kebenaran adalah apa-apa yang jama’ah pertama r dan para sahabatnya berada di atasnya dan tidaklah dilihat kepada banyaknya ahlul bathil setelah mereka.”</p>
<p>Lihat : Al-I’tishom 2/767-776 tahqiq Salim Al-Hilaly, Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Wa Manhaj Al-Asy’ariyah Fi Tauhidillah 1/20-23, Mauqif Ahlis Sunnah Wal Jama’ah 1/49-54, Mauqif Ibnu Taimiyah Minal Asy’ariyah 1/26-32.</p>
<p>Kesimpulan :</p>
<p>Bisa disimpulkan dari seluruh penjelasan di atas bahwa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah para sahabat, tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari para ulama Ahli Ijtihad dan Ahli Hadits yang berjalan di atas Al-Qur’an dan Sunnah dan siapa saja yang mengikuti mereka dalam hal tersebut sampai hari kiamat. Wal Ilmu ‘IndAllåh.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>http://www.an-nashihah.com/isi_berita.php?id=31</p>
<br />Posted in Tentang Islam Tagged: Sunnah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shipeiholics.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shipeiholics.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shipeiholics.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shipeiholics.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shipeiholics.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shipeiholics.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shipeiholics.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shipeiholics.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shipeiholics.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shipeiholics.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shipeiholics.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shipeiholics.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shipeiholics.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shipeiholics.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=27&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/18/siapakah-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6755f46f51c72dc2e62f0e804ed7462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shipeiholics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Manhaj Salaf dan Salafiyyah: Menurut Bahasa, Istilah &amp; Zaman (1/3)</title>
		<link>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/18/pengertian-manhaj-salaf-dan-salafiyyah-menurut-bahasa-istilah-zaman-13/</link>
		<comments>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/18/pengertian-manhaj-salaf-dan-salafiyyah-menurut-bahasa-istilah-zaman-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 07:26:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shipeiholics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shipeiholics.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Pertama: Definisi Manhaj Manhaj menurut bahasa artinya jalan yang jelas dan terang. Allah Ta’ala berfirman: لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” (Al-Maa-idah, QS 5: 48) Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Maksudnya, jalan dan syari’at.” [1] Sedang menurut istilah, manhaj ialah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=25&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertama: Definisi Manhaj</strong></p>
<p>Manhaj menurut bahasa artinya jalan yang jelas dan terang. Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا</p>
<p>“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” (Al-Maa-idah, QS 5: 48)</p>
<p>Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Maksudnya, jalan dan syari’at.” [1]</p>
<p>Sedang menurut istilah, manhaj ialah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pembelajaran ilmiyyah, seperti kaidah-kaidah bahasa Arab, ushul ‘aqidah, ushul fiqih, dan ushul tafsir dimana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam Islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur dan benar.[2]</p>
<p>Manhaj artinya jalan atau metode. Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman para Shahabat. Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan hafizhahullah menjelaskan perbedaan antara ‘aqidah dan manhaj, beliau berkata, “Manhaj lebih umum daripada ‘aqidah.<code><span id="more-25"></span> Manhaj diterapkan dalam ‘aqidah, suluk, akhlak, muamalah, dan dalam semua kehidupan seorang Muslim. Setiap langkah yang dilakukan seorang Muslim dikatakan manhaj. Adapun yang dimaksud dengan ‘aqidah adalah pokok iman, makna dua kalimat syahadat, dan konsekuensinya. Inilah ‘aqidah. [3]</p>
<p><strong>Kedua: Definisi Salaf Menurut Bahasa</strong></p>
<p>Salaf berasal dari kata salafa-yaslufu-salafan, artinya adalah: telah lalu. Kalimat yang berbunyi al-qaum as-sullaaf, artinya kaum yang terdahulu. Sedangkan kalimat salafur rajuli, artinya: bapak-bapak mereka yang terdahulu. Bentuk jamaknya adalah aslaaf dan sullaaf.</p>
<p>Di antaranya juga kata as-sulfah, artinya: makanan ringan yang dimakan sebelum sarapan. At-Tasliif, artinya pendahuluan, sedangkan as-saalif dan as-saliif, artinya: orang yang terdahulu. Dan kata sulaafah, artinya: segala sesuatu yang engkau peras ialah awalnya. [4]</p>
<p>Kata Salaf juga bermakna: seseorang yang telah mendahului (terdahulu) dalam ilmu, iman, keutamaan, dan kebaikan. Ibnu Manzhur rahimahullah mengatakan, “Salaf juga berarti orang yang mendahului anda, baik dari bapak maupun orang-orang terdekat (kerabat) yang lebih tua umurnya dan lebih utama. Karena generasi pertama dari umat ini dari kalangan para Tabi’in disebut sebagai as-Salafush Shalih.” [5]</p>
<p>Masuk juga dalam pengertian secara bahasa, yaitu sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anaknya, Fathimah az-Zahra radhiyallahu ‘anha:</p>
<p>“Sesungguhnya sebaik-baik Salaf (pendahulu) bagimu adalah aku.” [HR. Muslim no. 2450 (98)]</p>
<p><strong>Ketiga: Definisi Salaf Menurut Istilah</strong></p>
<p>Adapun menurut istilah, Salaf adalah sifat yang khusus dimutlakkan kepada para Shahabat. Ketika disebutkan Salaf, maka yang dimaksud pertama kali adalah para Shahabat. Adapun selain mereka, ikut serta dalam makna Salaf ini, yaitu orang-orang yang mengikuti mereka. Artinya, bila mereka mengikuti para Shahabat maka disebut Salafiyyin, yaitu orang-orang yang mengikuti Salafush Shalih.</p>
<p>Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ</p>
<p>“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah, QS 9: 100)</p>
<p>Dalam ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan generasi pertama umat ini adalah para Shahabat ridhwanullaahi ‘alaihim ajma’iin dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Mereka adalah orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka dijamin masuk Surga. Dan orang-orang setelah mereka, yang mengikuti mereka dengan baik dalam ‘aqidah, manhaj, dan lainnya, maka mereka pun akan mendapatkan ridha Allah dan akan masuk Surga.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ</p>
<p>“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (Al-Fath, QS 48: 29)</p>
<p>Dan yang dimaksud “orang-orang yang bersama dia”, adalah para Shahabat.</p>
<p>Para ulama lain dari berbagai firqah pun mengatakan dan mengakui bahwa yang dimaksud dengan Salaf adalah para Shahabat.</p>
<p>Imam Ghazali rahimahullah berkata ketika mendefinisikan kata Salaf, “Yang saya maksud adalah mazhab Shahabat dan Tabi’in.” [6]</p>
<p>Al-Baijuri rahimahullah berkata, “Maksud dari orang-orang terdahulu (Salaf) adalah orang-orang terdahulu dari kalangan para Nabi, para Shahabat, Tabi’in, dan pengikutnya.” [7]</p>
<p>Yang dimaksud dengan Salaf pertama kali adalah Shahabat karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan:</p>
<p>“Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Shahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in.” [HR. Bukhari no. 2652, Muslim no. 2533 (212), dari Shahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu].</p>
<p>Imam al-Bukhari rahimahullah dalam kitab Shahihnya menyebutkan perkataan Rasyid bin Sa’ad rahimahullah: “Salaf itu suka kepada kuda jantan karena lebih cepat dan lebih berani.”</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar al-’Asqalani rahimahullah (wafat th. 852 H) berkata menjelaskan kata Salaf dari perkataan Rasyid bin Sa’ad di atas: “Maksudnya, dari kalangan para Shahabat dan orang-orang setelah mereka.” (Fathul Baari, VI/66). </p>
<p>Yang dimaksud adalah para Shahabat, karena Rasyid bin Sa’ad adalah seorang Tabi’in. Maka Salaf menurutnya adalah para Shahabat tanpa diragukan lagi.</p>
<p>Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah (wafat th. 181 H) berkata di hadapan para Tabi’in, “Tinggalkan hadits ‘Amr bin Tsabit, karena dia mencaci-maki Salaf.” (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Muqaddimahnya, hal. 16). </p>
<p>Salaf yang dimaksud adalah para Shahabat karena Ibnul Mubarak adalah seorang Tabi’in. </p>
<p>Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat th. 157 H) seorang Imam Ahlus Sunnah dari Syam berkata:</p>
<p>“Bersabarlah dirimu di atas Sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para Shahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan Salafush Shalih karena akan mencukupimu apa saja yang mencukupi mereka.” (Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah, I/174 no. 315).</p>
<p>Berdasarkan keterangan di atas menjadi jelaslah bahwa kata Salaf mutlak ditujukan untuk para Shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, semoga Allah Ta’ala meridhaimereka semua. Maka barang siapa mengikuti mereka dalam agama yang haq ini, maka ia adalah generasi penerus dari sebaik-baik pendahulu yang mulia. (Lihat Usus Manhaj Salaf fii Da’wati ilallaah, hal. 24)</p>
<p><strong>Keempat: Definisi Salaf Menurut Zaman<br />
</strong><br />
Adapun dari sisi zaman, kata Salaf digunakan untuk menunjukkan kepada sebaik-baik kurun, dan yang lebih patut dicontoh dan diikuti yaitu tiga kurun yang pertama (dalam Islam) yang diutamakan, yang disaksikan dan disifati dengan kebaikan melalui lisan sebaik-baik manusia yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Akan tetapi pembatasan secara waktu tidaklah mutlak tepat karena kita mengetahui bahwa beberapa sekte bid’ah dan sesat telah muncul pada masa-masa tersebut. Karena itulah, keberadaan seseorang pada masa itu (tiga kurun yang dimuliakan) tidaklah cukup untuk menghukumi bahwa dirinya berada di atas manhaj Salaf, selama dia tidak mengikuti Shahabat radhiyallahu ‘anhum dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena itulah, para ulama memberikan batasan istilah as-Salaf ash-Shalih (pendahulu yang shalih).</p>
<p>Dengan demikian, ketika Salaf disebutkan maka hal itu tidak digunakan untuk menunjukkan kurun waktu yang terdahulu saja, tetapi digunakan untuk menunjukkan kepada para Shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.</p>
<p>Kesimpulannya, istilah Salaf adalah istilah yang sah. Yaitu istilah yang dipakai untuk orang-orang yang menjaga keselamatan ‘aqidah dan manhaj menurut apa yang dilaksanakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya sebelum terjadi perselisihan dan perpecahan. (Bashaa-iru Dzawis Syaraf, hal. 21)</p>
<p>….bersambung, Insya Allah.</p>
<p>(Dikutip langsung dari kitab Mulia Dengan Manhaj Salaf, Pustaka At-Taqwa, cet. ke-2, karya Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah)</p>
<p>————————–——-<br />
[1] Tafsir Ibnu Katsir (III/129) tahqiq Sami bin Muhammad as-Salamah, cet. IV Daar Thayyibah, th. 1428 H.<br />
[2] Lihat al-Mukhtasarul Hatsiits fii Bayaani Ushuuli Manhajis Salaf Ashhabil Hadiits (hal. 15)<br />
[3] Al-Ajwibah al-Mufiidah ‘an As-ilati Manaahij Jadiidah (hal. 123) disusun oleh Jamal bin Furaihan al-Haritsi, cet. III Daarul Manhaj, th. 1424 H.<br />
[4] Ash-Shihaah (IV/1377) karya Imam al-Jauhari rahimahullah. Lihat Usus Manhaj Salaf fii Da’wati ilallaah (hal. 21) karya Fawwaz bin Hulail bin Rabah as-Suhami.<br />
[5] Lisaanul ‘Arab (VI/331).<br />
[6] Iljamul Awaam ‘An ‘Ilmil Kalaam (hal. 62). Lihat Bashaa-iru Dzawisy Syaraf (hal. 19).<br />
[7] Tuhfatul Muriid Syarah Jauharatut Tauhiid (hal. 231)</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shipeiholics.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shipeiholics.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shipeiholics.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shipeiholics.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shipeiholics.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shipeiholics.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shipeiholics.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shipeiholics.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shipeiholics.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shipeiholics.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shipeiholics.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shipeiholics.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shipeiholics.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shipeiholics.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=25&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/18/pengertian-manhaj-salaf-dan-salafiyyah-menurut-bahasa-istilah-zaman-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6755f46f51c72dc2e62f0e804ed7462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shipeiholics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Seekor Anak Singa</title>
		<link>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/03/kisah-seekor-anak-singa/</link>
		<comments>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/03/kisah-seekor-anak-singa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 15:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shipeiholics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shipeiholics.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya. Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerakgerakkan tubuhnya yang lemah. Seekor induk kambing tergerak hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup sebatang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=14&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http:// ariff-p.blogspot.com/ 2007_06_01_archive.html" alt="singa" />Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati<br />
setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa<br />
perlindungan induknya. Beberapa waktu kemudian serombongan<br />
kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerakgerakkan<br />
tubuhnya yang lemah. Seekor induk kambing tergerak<br />
hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup<br />
sebatang kara. Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan<br />
melindungi bayi singa itu.</p>
<p>Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai<br />
dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Merasakan hangatnya<br />
kasih sayang seperti itu, sibayi singa tidak mau berpisah dengan sang<br />
induk kambing. Ia terus mengikuti ke mana saja induk kambing<br />
pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.</p>
<p>Hari berganti hari, dan anak singa tumbuh dan besar dalam asuhan<br />
induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing. Ia menyusu,<br />
makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya.</p>
<p>Tingkah lakunya juga layaknya kambing. Bahkan anak singa yang<br />
mulai berani dan besar itu pun mengeluarkan suara layaknya<br />
kambing yaitu mengembik bukan mengaum!<code><span id="more-14"></span>la merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambingkambing<br />
lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya<br />
adalah seekor singa.</p>
<p>Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas masuk<br />
memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian<br />
panik. Semua ketakutan. Induk kambing yang juga ketakutan<br />
meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.</p>
<p>”Kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan aumanmu<br />
yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!” Kata induk kambing<br />
pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar.</p>
<p>Tapi anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas<br />
kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik<br />
tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar<br />
dari mulutnya adalah suara embikan. Sama seperti kambing yang lain<br />
bukan auman. Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah<br />
satu anak kambing yang tak lain adalah saudara sesusuannya<br />
diterkam dan dibawa lari serigala.</p>
<p>Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan<br />
serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah,</p>
<p>”Seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa<br />
menyelamatkan saudaramu! Seharusnya bisa mengusir serigala yang<br />
jahat itu!”</p>
<p>Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud<br />
perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala<br />
sebagaimana kambing-kambing lain. Anak singa itu merasa sangat<br />
sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.</p>
<p>Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Kembali memburu<br />
kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap<br />
dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang<br />
berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing<br />
yang telah ia anggap sebagai ibunya dicengkeram serigala. Dengan<br />
nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu. Serigala kaget bukan<br />
kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Ia melepaskan<br />
cengkeramannya.</p>
<p>Serigala itu gemetar ketakutan! Nyalinya habis! Ia pasrah, ia merasa<br />
hari itu adalah akhir hidupnya!</p>
<p>Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras,<br />
”Emmbiiik!”</p>
<p>Lalu ia mundur ke belakang. Mengambil ancang ancang untuk<br />
menyeruduk lagi.</p>
<p>Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik itu<br />
langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang<br />
bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing.</p>
<p>Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap<br />
memangsa kambing bertubuh singa itu! Atau singa bermental<br />
kambing itu!</p>
<p>Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya<br />
layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya<br />
yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anak<br />
singa itu dengan cakarnya. Anak singa itu terjerembab dan<br />
mengaduh, seperti kambing mengaduh. Sementara induk kambing<br />
menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luar biasa. Induk<br />
kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan<br />
serigala. Bukankah singa adalah raja hutan?</p>
<p>Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang anak singa<br />
yang masih mengaduh itu. Serigala itu siap menghabisi nyawa anak<br />
singa itu. Di saat yang kritis itu, induk kambing yang tidak tega,<br />
dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala<br />
terpelanting. Anak singa bangun.</p>
<p>Dan pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yang<br />
dahsyat!<br />
Semua kambing ketakutan dan merapat! Anak singa itu juga ikut<br />
takut dan ikut merapat. Sementara sang serigala langsung lari<br />
terbirit-birit. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing<br />
itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor<br />
anak singa.</p>
<p>Beberapa ekor kambing lari, yang lain langsung lari. Anak singa itu<br />
langsung ikut lari. Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa anak<br />
singa itu ikut lari mengikuti kambing? Ia mengejar anak singa itu dan<br />
berkata,</p>
<p>”Hai kamu jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing! Aku tak<br />
akan memangsa anak singa!”<br />
Namun anak singa itu terus lari dan lari. Singa dewasa itu terus<br />
mengejar. Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tapi malah<br />
mengejar anak singa. Akhirnya anak singa itu tertangkap. Anak singa<br />
itu ketakutan,</p>
<p>”Jangan bunuh aku, ammpuun!”</p>
<p>”Kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak membunuh anak<br />
singa!”</p>
<p>Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata, ”Tidak aku anak<br />
kambing! Tolong lepaskan aku!”<br />
Anak singa itu meronta dan berteriak keras. Suaranya bukan auman<br />
tapi suara embikan, persis seperti suara kambing.</p>
<p>Sang singa dewasa heran bukan main. Bagaimana mungkin ada anak<br />
singa bersuara kambing dan bermental kambing. Dengan geram ia<br />
menyeret anak singa itu ke danau. Ia harus menunjukkan siapa<br />
sebenarnya anak singa itu. Begitu sampai di danau yang jernih<br />
airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri.</p>
<p>Lalu membandingkan dengan singa dewasa.<br />
Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut, ”Oh, rupa<br />
dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan!”</p>
<p>”Ya, karena kamu sebenarnya anak singa. Bukan anak kambing!”<br />
Tegas singa dewasa.</p>
<p>”Jadi aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa!”</p>
<p>”Ya kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan<br />
ditakuti oleh seluruh isi hutan! Ayo aku ajari bagaimana menjadi<br />
seekor raja hutan!” Kata sang singa dewasa.</p>
<p>Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan<br />
mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan, dan<br />
mengaum dengan keras. Ya mengaum, menggetarkan seantero hutan.<br />
Tak jauh dari situ serigala ganas itu lari semakin kencang, ia<br />
ketakutan mendengar auman anak singa itu.</p>
<p>Anak singa itu kembali berteriak penuh kemenangan, ”Aku adalah<br />
seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!”</p>
<p>Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.</p>
<p>Saya tersentak oleh kisah anak singa di atas! Jangan jangan kondisi<br />
kita, dan sebagian besar orang di sekeliling kita mirip dengan anak<br />
singa di atas. Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan<br />
potensi terbaik yang dimilikinya.</p>
<p>Betapa banyak manusia yang menjalani hidup apa adanya, biasabiasa<br />
saja, ala kadarnya. Hidup dalam keadaan terbelenggu oleh<br />
siapa dirinya sebenarnya. Hidup dalam tawanan rasa malas, langkah<br />
yang penuh keraguan dan kegamangan. Hidup tanpa semangat hidup<br />
yang seharusnya. Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang<br />
dimilikinya.</p>
<p>Saya amati orang-orang di sekitar saya. Di antara mereka ada yang<br />
telah menemukan jati dirinya. Hidup dinamis dan prestatif. Sangat<br />
faham untuk apa ia hidup dan bagaimana ia harus hidup. Hari demi<br />
hari ia lalui dengan penuh semangat dan optimis. Detik demi detik<br />
yang dilaluinya adalah kumpulan prestasi dan rasa bahagia. Semakin<br />
besar rintangan menghadap semakin besar pula semangatnya untuk<br />
menaklukkannya.</p>
<p>Namun tidak sedikit yang hidup apa adanya. Mereka hidup apa<br />
adanya karena tidak memiliki arah yang jelas. Tidak faham untuk apa<br />
dia hidup, dan bagaimana ia harus hidup. Saya sering mendengar<br />
orang-orang yang ketika ditanya, ”Bagaimana Anda menjalani hidup<br />
Anda?” atau ”Apa prinsip hidup Anda?”, mereka menjawab dengan<br />
jawaban yang filosofis,</p>
<p>”Saya menjalani hidup ini mengalir bagaikan air. Santai saja.”</p>
<p>Tapi sayangnya mereka tidak benar-benar tahu filosofi ’mengalir<br />
bagaikan air’. Mereka memahami hidup mengalir bagaikan air itu ya<br />
hidup santai. Sebenarnya jawaban itu mencerminkan bahwa mereka<br />
tidak tahu bagaimana mengisi hidup ini. Bagaimana cara hidup yang<br />
berkualitas. Sebab mereka tidak tahu siapa sebenarnya diri mereka?</p>
<p>Potensi terbaik apa yang telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada<br />
mereka. Bisa jadi mereka sebenarnya adalah ’seekor singa’ tapi tidak<br />
tahu kalau dirinya ’seekor singa . Mereka menganggap dirinya adalah<br />
’seekor kambing sebab selama ini hidup dalam kawanan kambing.</p>
<p>Filosofi menjalani hidup mengalir bagaikan air yang dimaknai<br />
dengan hidup santai saja, atau hidup apa adanya bisa dibilang<br />
prototipe, gaya hidup sebagian besar penduduk negeri ini. Bahkan<br />
bisa jadi itu adalah gaya hidup sebagian besar masyarakat dunia<br />
Islam saat ini.</p>
<p>Ketika saya pulang kampung, setelah sembilan tahun meninggalkan<br />
kampung halaman untuk belajar di Cairo, saya menemukan tidak ada<br />
perubahan berarti di kampung halaman saya. Cara berpikir<br />
masyarakatnya masih sama. Cara hidupnya masih sama saja. Pak<br />
Anu yang ketika saya masih di SD dulu kerjanya menggali sumur,<br />
sampai saya pulang dari Mesir, bahkan sampai saat saya berdiri di<br />
mimbar ini juga berprofesi menggali sumur. Bu Anu yang dulu<br />
kerjanya menjual air memakai gerobak sampai sekarang juga tidak<br />
berubah. Mbak Anu yang dulu jualan krupuk sambal di dekat SD<br />
sampai sekarang juga masih di sana dan berjualan dagangan yang<br />
sama.</p>
<p>Bahkan teman-teman yang dulu ketika di bangku sekolah dasar<br />
terlihat begitu rajin dan cerdas, yang dulu pernah bercita-cita mau<br />
jadi ini dan itu dan saya berharap ia telah meraih cita-citanya sekian<br />
tahun berpisah ternyata jauh panggang dari api. Orang-orang yang<br />
dulu hidup memprihatinkan ternyata sampai sekarang tidak berubah.</p>
<p>Kenapa tidak berubah?<br />
Jawabnya karena mereka tidak mau berubah.</p>
<p>Kenapa tidak mau berubah?<br />
Jawabnya karena mereka tidak tahu bahwa mereka harus berubah.</p>
<p>Bahkan kalau mereka tahu mereka harus berubah, mereka tidak tahu<br />
bagaimana caranya berubah. Sebab mereka terbiasa hidup pasrah.</p>
<p>Hidup tanpa rasa berdaya dalam keluh kesah. Dan cara hidup seperti<br />
itu yang terus diwariskan turun-temurun.</p>
<p>Ada seorang sastrawan terkemuka, yang demi melihat kondisi bangsa<br />
yang sedemikian akut rasa tidak berdayanya sampai dia mengatakan,</p>
<p>”Aku malu jadi orang Indonesia!”</p>
<p>Di mana-mana, kita lebih banyak menemukan orang orang bermental<br />
lemah, hidup apa adanya dan tidak terarah. Orang-orang yang tidak<br />
tahu potensi terbaik yang diberikan oleh Allah kepadanya. Orangorang<br />
yang rela ditindas dan dijajah oleh kesengsaraan dan kehinaan.</p>
<p>Padahal sebenarnya jika mau, pasti bisa hidup merdeka, jaya,<br />
berwibawa dan sejahtera.<br />
Tak terhitung berapa jumlah masyarakat negeri ini yang bermental<br />
kambing. Meskipun sebenarnya mereka adalah singa!</p>
<p>Banyak yang minder dengan bangsa lain. Seperti mindernya anak<br />
singa bermental kambing pada serigala dalam kisah di atas. Padahal<br />
sebenarnya, Bangsa ini adalah bangsa besar! Ummat ini adalah<br />
ummat yang besar!</p>
<p>Bangsa ini sebenarnya adalah singa dewasa yang sebenarnya<br />
memiliki kekuatan dahsyat. Bukan bangsa sekawanan kambing.</p>
<p>Sekali rasa berdaya itu muncul dalam jiwa anak bangsa ini, maka ia<br />
akan menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah singa yang tidak<br />
boleh diremehkan sedikitpun.</p>
<p>Bangsa ini sebenarnya adalah Sriwijaya yang perkasa menguasai<br />
nusantara. Juga sebenarnya adalah Majapahit yang digjaya dan<br />
adikuasa. Lebih dari itu bangsa ini, sebenarnya, dan ini tidak<br />
mungkin disangkal, adalah ummat Islam terbesar di dunia. Ada dua<br />
ratus juta ummat Islam di negeri tercinta Indonesia ini.</p>
<p>Banyak yang tidak menyadari apa makna dari dua ratus juta jumlah<br />
ummat Islam Indonesia. Banyak yang tidak sadar. Dianggap biasa<br />
saja. Sama sekali tidak menyadari jati diri sesungguhnya.</p>
<p>Dua ratus juta ummat Islam di Indonesia, maknanya adalah dua ratus<br />
juta singa. Penguasa belantara dunia. Itulah yang sebenarnya.</p>
<p>Sayangnya, dua ratus juta yang sebenarnya adalah singa justru<br />
bermental kambing dan berperilaku layaknya kambing. Bukan<br />
layaknya singa. Lebih memperihatinkan lagi, ada yang sudah<br />
menyadari dirinya sesungguhnya singa tapi memilih untuk tetap<br />
menjadi kambing. Karena telah terbiasa menjadi kambing maka ia<br />
malu menjadi singa! Malu untuk maju dan berprestasi!</p>
<p>Yang lebih memprihatinkan lagi, mereka yang memilih tetap<br />
menjadi kambing itu menginginkan yang lain tetap menjadi<br />
kambing. Mereka ingin tetap jadi kambing sebab merasa tidak<br />
mampu jadi singa dan merasa nyaman jadi kambing. Yang<br />
menyedihkan, mereka tidak ingin orang lain jadi singa. Bahkan<br />
mereka ingin orang lain jadi kambing yang lebih bodoh!</p>
<p>Marilah kita hayati diri kita sebagai seekor singa. Allah telah<br />
memberi predikat kepada kita sebagai ummat terbaik di muka bumi<br />
ini. Marilah kita bermental menjadi ummat terbaik. Jangan bermental<br />
ummat yang terbelakang. Allah berfirman, ”Kalian adalah sebaik<br />
baik ummat yang dilahirkan untuk manusia, karena kalian menyuruh<br />
berbuat yang makruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman<br />
kepada Allah.!”</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!”</p>
<p>Dikutip dari novel Ketika Cinta Bertasbih Episode 2</p>
<p></code></p>
<br />Posted in Kisah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shipeiholics.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shipeiholics.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shipeiholics.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shipeiholics.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shipeiholics.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shipeiholics.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shipeiholics.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shipeiholics.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shipeiholics.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shipeiholics.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shipeiholics.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shipeiholics.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shipeiholics.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shipeiholics.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=14&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/03/kisah-seekor-anak-singa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6755f46f51c72dc2e62f0e804ed7462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shipeiholics</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ariff-p.blogspot.com/2007_06_01_archive.html" medium="image">
			<media:title type="html">singa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Jari Jemari</title>
		<link>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/02/antara-ilmu-dan-harta/</link>
		<comments>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/02/antara-ilmu-dan-harta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 06:59:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shipeiholics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shipeiholics.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari ini Kami tutup mulut mereka ; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. ( QS. 36. Yaasin: 65 ) Di antara ni&#8217;mat Allah yang besar kepada manusia adalah diberikannya tangan dan kaki yang sangat besar manfaat kegunaannya. Di ujung tangan itu ada jari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=7&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari ini Kami tutup mulut mereka ; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. ( QS. 36. Yaasin: 65 )</p>
<p>Di antara ni&#8217;mat Allah yang besar kepada manusia adalah diberikannya tangan dan kaki yang sangat besar manfaat kegunaannya. Di ujung tangan itu ada jari jemari yang memiliki banyak sekali fungsi dan kegunaan. Selain untuk mengambil, meletakkan atau membawa sesuatu bersama telapak tangan jari jemari dapat mengepal, memijit, menggosok, memukul, menonjok, menjitak, memilin, memelintir, meremas, membelai, menusuk, mencengkeram, dan lain-lain.</p>
<p>Jari-jemari tangan kita kiri kanan masing-masing terdiri dari 5 sehingga semuanya ada 10 dan masing-masing memiliki 4 ruas ( kecuali jempol = 3 ruas ) sehingga jumlah keseluruhannya 38 ruas.</p>
<p>Tahukah anda, jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ? ( catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan ). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati sbb:</p>
<p>	jari kelingking		==&gt; ada empat ruas<br />
	jari manis		==&gt; ada empat ruas<br />
	jari tengah		==&gt; ada empat ruas<br />
	jari telunjuk		==&gt; ada empat ruas<br />
	jari jempol (ibu jari)	==&gt; ada tiga  ruas<br />
	&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; +<br />
	( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas</p>
<p>Keduanya berfungsi seimbang dan dapat bekerjasama dengan baik untuk kepentingan sang pemilik. Keseluruhan ruas jari ini ini dapat ditekuk-tekuk sedemikian rupa sehingga bersama dengan telapak tangan dapat melakukan banyak aktifitas. Bila satu ruas saja bermasalah, pemiliknya pasti akan merasa susah. Jika satu saja jari Anda terkilir, dapat dipastikan Anda akan menjadi repot. Jari jemari yang posisinya seimbang itu dilengkapi dengan kuku-kuku bermanfaat. Dia bisa digunakan untuk mencubit, mengambil barang yang kecil dengan jalan mencabut, jari dan kuku juga berfungsi untuk Keindahan.<code><span id="more-7"></span></p>
<p>Kebaikan dan Keburukan.<br />
 Setiap jari - ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking punya aktifitas masing-masing sesuai profesi pemiliknya.<br />
Ada yang sering dipakai untuk menjahit, memegang uang, memegang cangkul, mesin, mengetik, dan lain-lain. Sesuai dengan jenis kerja pemiliknya. Jari jemari sangat penting bagi para olahragawan yang keahliannya menggunakan tangan dan para seniman yang berkarya dengan jemarinya.. Aktifits jari jemari memang untuk membantu manusia melaksanakan pekerjaan dan merealisasikan keinginannya.</p>
<p>Gerakan-gerakan jari-jemari pun memiliki makna sendiri-sendiri. Acungan jempol misalnya berarti ungkapan, "bagus" atau "hebat".<br />
Anda tidak mendapat sesuatu yang Anda inginkan atau "kecele" biasanya diistilahkan dengan "gigit jari". Jari-jemari pun jadi alat isyarat. Ketika kita menyatakan persabatan kita pun berjabat tangan yang merekatkan telapak tangan dan jari jemari kita ke tangan sahabat kita. Jari yang telunjuk yang ditaruh tegak didepan mulut berarti "Hati-hati" atau "Berhentilah bicara". Jari yang diletakkan melintang di kening menandakan bahwa pelakunya hendak memberi tahu bahwa seseorang itu tidak waras ( sinting ). Telunjuk yang diarahkan kepada seseorang berarti menuding. Bila kesemua jari dan telapak tangan diangkat ke atas berarti lambaian. Banyak isyarat lain dilakukan dengan jari.</p>
<p>Al Qur-an juga menggambarkan fungsi jari sebagai alat isyarat. Orang munafik yang menolak kebenaran dalam Al Qur-an melukiskan sebagaimana orang-orang yang menyumbat kuping dengan jarinya.<br />
Atau seperti ( orang-orang yang ditimpa ) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir. ( QS. 2. Al Baqarah:19 )</p>
<p>Menyumbat telinga dengan jari dalam ayat di atas adalah kiasan menutup hati dari bimbingan hidayah Allah. Inilah kiasan terhadap orang-orang munafik yang hatinya berpenyakit dan enggan menerima kebenaran.</p>
<p>Para koruptor menggunakan jari jemarinya untuk memindahkan angka-angka hitungan uang dalam memanipulasi para pemeriksa keuangan di tempatnya bekerja. Jempol dan telunjuk digunakan menulis dengan pulpen atau pinsil diatas kertas. Seorang direktur menandatangani surat-surat penting dengan pulpennya. para pelajar mencatat pelajaran, para pelukis menggambar di atas kanvas, dan lain-lain.</p>
<p>Jari jemari digunakan untuk keburukan misalnya oleh para pengarang yang mengotak-ngatik tulisan sehingga menyesatkan orang lain.<br />
Ujung jari-jemarinya digunakan untuk menekan tuts huruf di atas keyboard ketika membuat tulisan yang membangkitkan selera rendah orang lain. Seorang pembunuh yang menggunakan pistol memakai telunjuknya untuk menarik picu pistolnya sehingga pistol itupun memuntahkan peluru. Para penjahat dan pelaku kecurangan menggunakan jari jemari dalam menjalankan aksinya.</p>
<p>Sebaliknya jari jemari juga dilakukan untuk kebaikan dan ibadah kepada Allah. Dengan jari jemari Anda dapat menolong orang lain.<br />
Anda yang sedang berzikir kepada Allah juga menggunakan jari jemari untuk menghitung puji-pujian terhadap Allah. Jumlah kalimat thoyyibah :</p>
<p>Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar biasanya dihitung masing-masing 33 kali sedangkan istighfar dan Laa ilaha-illallah 100 kali sehingga mudah dilakukan dengan menekan jari jemari yang berjumlah 30 dan ditambah 3.<br />
Ketika Anda berdiri dalam sholat jari-jari tangan sebelah kanan ditaruh di atas tangan kiri. Jari telunjuk pun diacungkan ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat di dalam sholatnya.<br />
Karena itu jari jemari ini tahu persis apa yang telah dilakukan pemiliknya..<br />
Apakah jari Anda digunakan berdzikir, bersyahadat ataupun melaksanakan ibadah lainnya.<br />
Apakah dia membuat kebaikan ataukah keburukan, semua ada balasannya.</p>
<p>Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat ( balasan )nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat ( balasan )nya pula. (QS. 9. Az Zalzalah:7-8)</p>
<p>Menjadi Saksi<br />
Kendati banyak sekali fungsi dan perannya, jari jemari tidak menentukan segalanya dalam aktifitas hidup manusia. Sebab pengendali utama hidup manusia adalah hatinya. Jika hatinya sehat manusia menjadi baik. Jika hatinya berpenyakit maka perbuatannya pun akan buruk. Jari jemari melakukan tugas yang diperintahkan otak manusia. Otak ini dikendalikan hati yang terdapat di dalam dada. Dengan sangat indah Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam menggambarkan bahwa hati mukmin berada di antara jemari Ar Rahmaan.</p>
<p>==========================================================================================</p>
<br />Posted in Kisah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shipeiholics.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shipeiholics.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shipeiholics.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shipeiholics.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shipeiholics.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shipeiholics.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shipeiholics.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shipeiholics.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shipeiholics.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shipeiholics.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shipeiholics.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shipeiholics.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shipeiholics.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shipeiholics.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=7&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/07/02/antara-ilmu-dan-harta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6755f46f51c72dc2e62f0e804ed7462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shipeiholics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEARIFAN SEGENGGAM GARAM</title>
		<link>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/06/30/kearifan-segenggam-garam/</link>
		<comments>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/06/30/kearifan-segenggam-garam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 17:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shipeiholics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shipeiholics.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Semoga hati kita semakin kaya&#8230; kalau ada yang pernah mendapatkan ini.. anggaplah cerita ini sebagai, 2 buah cindera mata yang sama baiknya sama indahnya, dan sama bernilainya.. Yang satu kita dapatkan sendiri dan yang satunya diberikan oleh orang lain&#8230; salam&#8230;&#8230; ======================================== Kearifan segenggam garam Dahulu kala, hiduplah seorang lelaki tua yang terkenal saleh dan bijak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=4&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga hati kita semakin kaya&#8230;<br />
kalau ada yang pernah mendapatkan ini..<br />
anggaplah cerita ini sebagai, 2 buah cindera mata<br />
yang sama baiknya sama indahnya, dan sama bernilainya..<br />
Yang satu kita dapatkan sendiri dan yang satunya<br />
diberikan oleh orang lain&#8230;</p>
<p>salam&#8230;&#8230;<br />
========================================</p>
<p>Kearifan segenggam garam</p>
<p>Dahulu kala, hiduplah seorang lelaki tua yang terkenal<br />
saleh dan bijak. Di suatu pagi yang basah, dengan<br />
langkah lunglai dan rambut masai, datanglah seorang<br />
lelaki muda, yang tengah dirundung masalah. lelaki itu<br />
tampak seperti orang yang tak mengenal bahagia. Tanpa<br />
membuang waktu, dia ungkapkan semua resahnya:<br />
impiannya gagal, karier, cinta dan hidupnya tak pernah<br />
berakhir bahagia.</p>
<p>Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan<br />
teliti dan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam,<br />
dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia<br />
taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk<br />
dengan sendok, tenang, bibirnya selalu tampilkan<br />
senyum.</p>
<p>&#8220;Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?&#8221;<br />
pinta Pak tua itu.  &#8220;Asin dan pahit, pahit sekali&#8221;,<br />
jawab sang tamu, sambil meludah ke tanah.  Pak Tua itu<br />
hanya tersenyum.</code><span id="more-4"></span></p>
<p>Ia lalu mengajak tamunya ini berjalan ke tepi telaga<br />
di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang<br />
itu berjalan beriringan, tapi dalam kediaman. Dan<br />
akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang<br />
itu. Pak Tua itu, masih dengan mata yang memandang<br />
lelaki muda itu dengan cinta, lalu menaburkan<br />
segenggam garam tadi ke dalam telaga. Dengan sepotong<br />
kayu, diaduknya air telaga, yang membuat gelombang dan<br />
riak kecil. Setelah air telaga tenang, dia pun<br />
berkata, "Coba, ambil air dari telaga ini, dan<br />
minumlah".</p>
<p>Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Pak Tua<br />
berkata lagi, "Bagaimana rasanya?" "Segar," sahut<br />
tamunya. "Apakah kamu masih merasakan garam di dalam<br />
air itu?" tanya Pak Tua lagi.  "Tidak," jawab si anak<br />
muda.</p>
<p>Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si<br />
anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan,<br />
bersimpuh di tepi telaga. "Anak muda, dengarlah.<br />
Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam, tak lebih<br />
dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama,<br />
dan memang akan tetap sama.<br />
Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat<br />
tergantung dari wadah atau tempat yang kita miliki.</p>
<p>Kepahitan itu anakku, selalu berasal dari bagaimana<br />
cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan<br />
tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan<br />
kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu<br />
hal yang boleh kamu lakukan: lapangkanlah dadamu untuk<br />
menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung<br />
setiap kepahitan itu. Luaskan wadah pergaulanmu supaya<br />
kamu mempunyai pandangan hidup yang luas. Kamu akan<br />
banyak belajar dari keleluasan itu."</p>
<p>Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasihat.<br />
"Hatimu anakku, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah<br />
tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung<br />
segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti<br />
gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam<br />
setiap kepahitan itu dan mengubahnya menjadi kesegaran<br />
dan kebahagiaan."</p>
<p>Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama<br />
belajar di hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu,<br />
kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda<br />
yang lain, yang sering datang padanya membawa<br />
keresahan jiwa.</p>
<p><code></p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: download, Kisah, Teknologi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shipeiholics.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shipeiholics.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shipeiholics.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shipeiholics.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shipeiholics.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shipeiholics.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shipeiholics.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shipeiholics.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shipeiholics.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shipeiholics.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shipeiholics.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shipeiholics.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shipeiholics.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shipeiholics.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=4&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/06/30/kearifan-segenggam-garam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6755f46f51c72dc2e62f0e804ed7462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shipeiholics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/06/30/hello-world/</link>
		<comments>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/06/30/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shipeiholics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging! Posted in Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=1&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shipeiholics.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shipeiholics.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shipeiholics.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shipeiholics.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shipeiholics.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shipeiholics.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shipeiholics.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shipeiholics.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shipeiholics.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shipeiholics.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shipeiholics.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shipeiholics.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shipeiholics.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shipeiholics.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shipeiholics.wordpress.com&amp;blog=8385622&amp;post=1&amp;subd=shipeiholics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shipeiholics.wordpress.com/2009/06/30/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6755f46f51c72dc2e62f0e804ed7462?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shipeiholics</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
